Minggu, 20 April 2014

KEPADATAN PENDUDUK (OVERPOPULAS) YANG MENJADI PERMASALAHAN NEGARA DI SELURUH DUNIA





KEPADATAN PENDUDUK (OVERPOPULAS)  YANG MENJADI PERMASALAHAN NEGARA DI SELURUH DUNIA









DI Susun Oleh :

JERNIH MINTARIA HAREFA
NPM : 134301026


Dosen Pengasuh : SUNARDI, S.Si, M.Sc, Apt









PROGRAM STUDI S1 FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIEN
TAHUN 2014
  





KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya  sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada waktunya dengan judul Kepadatan Penduduk (Overpopulas)  Yang Menjadi Permasalahan Negara Di Seluruh Dunia”.
Saya menyadari bahwa tugas makalah ini tidak mungkin terselesaikan tanpa adanya dukungan serta kerjasama  teman-teman dan juga saran/pendapat dari berbagai pihak selama penyusunan dan pembuatan tugas makalah ini.
Dalam penulisan tugas makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu segala kritik dan saran yang membangun akan menyempurnakan penulisan/pembuatan makalah ini serta bermanfaat untuk para pembaca.

Medan, 3 April 2014
Penulis,


                                                                                    Jernih M. Harefa





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................        i
DAFTAR ISI................................................................................................        ii
BAB I             PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ..............................................................        1
B.     Rumusan Masalah .........................................................        2
C.    Tujuan Penulisan ..........................................................        2
BAB II           PEMBAHASAN
A.    Pengertian ......................................................................        3
B.     Pengendalian Jumlah Penduduk .................................        3
C.    Penduduk Dunia ...........................................................        5
D.    Masalah yang timbul Akibat Ledakan Penduduk......        9
E.     Pengendalaian Peledakan Penduduk ..........................        9
F.     Dampak dari Ledakan Penduduk ...............................        10
BAB III          PENUTUP
A.    Kesimpulan ....................................................................        11
B.     Saran ..............................................................................        12
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................        13
LAMPIRAN ................................................................................................        14







BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
            Populasi dunia akan segera mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana akan ada kekurangan sumber daya untuk mempertahankan hidup. Banyak masalah lingkungan, sosial, dan ekonomi baik berasal dari atau telah meningkat karena masalah kelebihan populasi. Dengan populasi yang meningkat secara eksponensial, masalah yang diciptakan oleh kelebihan penduduk tumbuh Sejalan. Untuk memastikan stabilitas populasi tidak hanya di daerah di dunia ketiga, tetapi juga di daerah-daerah industri.
Bumi tidak mengandung sumber daya yang cukup untuk selamanya mempertahankan pertumbuhan penduduk yang sangat besar saat ini. Misalnya, ada daerah terbatas lahan dan ruang hidup. China, rumah bagi 1,2 miliar orang atau 1/5 populasi dunia, adalah contoh yang sangat baik dari jenis masalah yang timbul dalam masyarakat yang semakin ramai. Mencoba untuk meningkatkan standar hidup rakyatnya,industri dan ekonomi Cina telah berkembang (Hanson).
Peningkatan kekayaan telah meningkatkan permintaan untuk makanan di Cina. Setiap hari 40.000 anak meninggal karena kekurangan gizi dan penyakit terkait. 150 juta anak di dunia menderita kesehatan yang buruk karena kekurangan pangan.




B.            Rumusan Masalah
1.      Apa yang di maksud dengan kepadatan/lonjakan penduduk?
2.      Negara manakah yang tingkat kepadatan penduduk paling tinggi?
3.      Apa yang menyebkan kepadatan penduduk menjadi masalah tingkat dunia?
4.      Apa saja solusi untuk mengatasi kepadatan penduduk?
C.           Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui arti luas tentang kepadatan penduduk dunia
2.      Lebih memahami solusi mencegah kepadatan penduduk.
3.      Sebagai bahan untuk presentasi mata kuliah Etika.














BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Population density atau yang lebih dikenal dengan kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah atau daerah tertentu dengan satuan per kilometer persegi. Ciri-ciri kepadatan penduduk yang makin lama makin tinggi adalah tingginya pertumbuhan penduduk yang terus berjalan dan meningkatnya jumlah pemukiman di daerah tersebut. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk.
Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.

B.     Pengendalian jumlah penduduk

1.      Piramida penduduk

Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida penduduk. Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada sumbu X, sedang kelompok usia (cohort) pada sumbu Y. Penduduk lak-laki ditunjukkan pada bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.
Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Negara atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua. Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.
Piramida penduduk yang menunjukkan tingkat mortalitas stabil dalam setiap kelompok usia. Pengendalian penduduk adalah kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala. Salah satu contoh pengendalian penduduk yang dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Tiongkok yang terkenal dengan kebijakannya 'satu anak cukup'; kebijakan ini diduga banyak menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi wajib.

2.      Penurunan jumlah penduduk

Berkurangnya jumlah penduduk menyebabkan turunnya jumlah populasi pada sebuah daerah. Hal ini disebabkan oleh perpindahan daerah kesuburan atau oleh emigrasi besar-besaran. Juga oleh penyakit, kelaparan maupun perang. Namun seringkali oleh gabungan faktor-faktor tersebut. Di masa lampau penurunan jumlah penduduk disebabkan terutama sekali oleh penyakit. Pada tahun-tahun belakangan ini populasi penduduk Rusia dan tujuh belas bekas negara komunis lainnya mulai menurun (1995-2005). Kasus Black Death di Eropa atau datangnya penyakit-penyakit dari dunia lama ke Amerika merupakan faktor penyebab turunnya jumlah penduduk.

3.      Transfer penduduk

Transfer penduduk adalah istilah untuk kebijakan negara yang mewajibkan perpindahan sekelompok penduduk pindah dari kawasan tertentu, terutama dengan alasan etnisitas atau agama. Hal ini terjadi di India dan Pakistan, antara Turki dan Yunani, dan di Eropa Timur selama Perang Dunia Kedua. Kebijakan transmigrasi oleh pemerintah Indonesia selama orde baru bisa dikategorikan transfer penduduk. Perpindahan penduduk lainnya dapat pula karena imigrasi, seperti imigrasi dari Eropa ke koloni-koloni Eropa di Amerika, Afrika, Australia, dan tempat-tempat lainnya.

C.    Penduduk dunia

Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 miliar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 miliar penduduk dunia, 4 miliar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di Eropa).
Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima dari seluruh manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup pada saat ini.
Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 miliar jiwa. Badan Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 miliar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 miliar jiwa.
Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):
  1. Republik Rakyat Tiongkok (1.306.313.812 jiwa)
  2. India (1.103.600.000 jiwa)
  3. Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
  4. Indonesia (241.973.879 jiwa)
  5. Brasil (186.112.794 jiwa)
  6. Pakistan (162.419.946 jiwa)
  7. Bangladesh (144.319.628 jiwa)
  8. Rusia (143.420.309 jiwa)
  9. Nigeria (128.771.988 jiwa)
  10. Jepang (127.417.244 jiwa)

Penduduk dunia saat ini mencapai lebih dari 6 miliar jiwa. Pada saat Anda selesai membaca paragraf ini telah terlahir kurang lebih 15 bayi ke dunia ini. Jadi, jangan kaget bila penduduk dunia pada tahun 2050 diperkirakan berjumlah 9 miliar. Setiap hari, banyak bayi lahir tetapi banyak pula yang meninggal. Kelahiran dan kematian adalah dua faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Sebelum abad XVIII, penduduk dunia tumbuh sangat lambat. Dari tahun 1750 sampai awal 1900, pertumbuhan penduduk dunia mulai meningkat cepat dan pada akhirnya sangat cepat. Peningkatan penduduk dunia yang cepat dan tiba-tiba disebut ledakan atau kepadatan penduduk.
Ledakan penduduk dunia pada tahun 1900 terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah kelahiran dan penurunan jumlah kematian. Pada masa lalu, banyak penduduk mati karena perang, kelaparan, dan penyakit. Keadaan kemudian berubah ketika kemajuan teknologi menghasilkan pemeliharaan kesehatan yang lebih baik, persediaan pangan meningkat, dan tingkat higienis yang semakin baik.
Keadaan yang menyenangkan ini mendorong penduduk hidup lebih lama dan bayi-bayi lahir dengan sehat. Akibatnya, jumlah kelahiran melebihi jumlah kematian, sehingga jumlah penduduk dunia semakin meningkat pesat. Saat ini penduduk dunia terus tumbuh dan pertumbuhan cepat terjadi di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya diprediksi menghadapi peningkatan jumlah penduduk sebesar 57% dan 47% dalam 50 tahun ke depan. Hal ini berarti akan terjadi lonjakan jumlah penduduk dunia. Berdasarkan data penduduk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan penduduk dunia pada tahun 2050 berjumlah 9,6 miliar jiwa atau meningkat 3,5 miliar jiwa dari 6,1 miliar jiwa pada tahun 2000. Sedang penduduk Indonesia bertambah sebesar 98 juta jiwa dari 206,2 juta jiwa tahun 2000 menjadi 303,8 juta jiwa pada tahun 2050.
Sampai saat ini piramida penduduk dunia berbentuk limas atau kelompok umur muda karena hampir separuh (50%) jumlah penduduk dunia berumur ≤ 19 tahun dan hanya kurang dari 5% berumur > 65 tahun. Komposisi ini akan berubah drastis dalam 50 tahun ke depan. Penduduk umur ≤ 19 tahun tinggal 24% dan penduduk ≥ 65 tahun atau lanjut usia (lansia) bertambah menjadi 15%.
Perubahan komposisi penduduk yang serupa juga terjadi di Indonesia. Selama 50 tahun ke depan, penduduk umur ≤ 34 tahun jumlahnya bertambah 4%, penduduk umur 35-64 tahun jumlahnya naik 96%. Peningkatan paling tajam terjadi pada penduduk umur ≥ 65 tahun yaitu 504% selama 50 tahun mendatang.
Kira-kira 100 abad lalu (10.000 tahun lalu), jumlah penduduk dunia hanya 8 juta jiwa. Pada tahun pertama Masehi, jumlah penduduk dunia meningkat menjadi 300 juta jiwa. Jumlah ini berlipat dia menjadi 600 juta jiwa pada abad XVII. Ledakan penduduk dunia dimulai sejak abad XIX. Pada tahun1850, penduduk dunia meningkat pesat dengan jumlah 1 miliar jiwa dan menjadi 2 miliar jiwa pada tahun 1930. Berarti hanya dalam selang waktu 80 tahun jumlahnya berlipat dua.
Salah satu penyebab utama ledakan penduduk dunia adalah peningkatan harapan hidup. Harapan hidup penduduk dimulai abad XVII hanya mencapai 40 tahun. Sedang dalam beberapa abad terakhir rata-rata harapan hidup penduduk dunia mencapai 63 tahun. Hal ini disebabkan oleh penemuan-penemuan baru di bidang kedokteran dan usaha-usaha perbaikan keadaan hidup.
Ledakan penduduk dunia terutama diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang besar di negara-negara sedang berkembang. Di negara-negara ini usaha perbaikan kesehatan, sanitasi, dan nutrisi penduduk belum diimbangi oleh penurunan jumlah penduduk seperti yang telah terjadi di banyak negara industri.

D.    Masalah-masalah Yang Timbul Akibat Ledakan Penduduk

1.      Persaingan lapangan pekerjaan
Di negara yang memiliki pertumbuhan penduduk tinggi akan semakin banyak orang yang memperebutan lapangan pekerjaan. Diperkirakan harus diciptakan 30 juta lapangan pekerjaan baru setiap tahunnya jika setiap orang yang menginjak usia kerja harus memiliki pekerjaan.
2.      Persaingan untuk mendapat pemukiman
Persaingan untuk mendapat permukiman yang layak. Persaingan ini terutama terjadi di daerah perkotaan yang padat, tapi tidak ada perumahan yang memadai. Dikota seperti ini, ering kita jumpai permukiman kumuh.
3.      Kesempatan pendidikan
Dengan makin banyaknya bayi yang lahir setip tahunnya, tentu makin banyaknya diperlukan fasilitas sekolah dan guru yang memadai. Negara miskin, mungkin tidak bisa memenuhi fasilitas pendidikan. Sebagai hasilnya, tidak setiap anak memiliki kesempatan untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang memadai.

E.     Pengendalian peledakan penduduk
Kepadatan penduduk bisa menimbulkan dampak, maka tiap negara memikirkan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. setiap negar memiliki kebijakan sendiri mengenai hal itu, dua diantarannya adalah :
1.      Insentif dan Sanksi
Insentif akan diberikan pada pasangan dengan sedikit anak. Sementara, pasangan yang memiliki banyak anak akan diberi sanksi. Misalnya harus membayar pajak lebih besar. Cina merupakan salah satu contoh negara yang menerapkan metode insentif dan sanksi. Seperti kita ketahui bahwa cina memiliki penduduk yang beser. Tercatat dari hasil sensusu tahun 2000, jumlah penduduknya 1,3 M. Penduduk cina kurang lebih 22 %dari total penduduk dunia. sejak tahun 1979, pemerintah cina mengkampanyekan kebijakan "satu anak tiap pasangan". Setiap pasangan dicina hanya diperbolehkan memiliki satu anak. Jika pasangan memiliki lebih dari satu anak, tanpa, ijin dari pemerintah, dianggap ilegal.
2.      Pendidikan tentang keluarga berencana
Di beberapa negara pasangan suami-istri diajari beberapa cara untuk mengendalikan jumlah anak. Sebagian contoh, dibangladesh lebih dari 24.000 wanita setiap tahunnya dikirim ke daerah perkotaan untuk diajak dan diberikan penyuluhan tentang keluarga berencana. dengan penyuluhan ini diharapkan mereka bisa mengatur jumlah anak.

F.     Dampak dari peledakan penduduk, dampaknya diantara lain:
·         Pertumbuhan Penduduk
·         Persebaran Penduduk
·         Persentase Penduduk Kota
·         Rasio jenis Kelamin
·         Penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin .
·         Angka Kelahiran Tinggi
·         Transmigrasi


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kepadatan penduduk saat ini menjadi permasalahan serius di berbagai negara di belahan dunia. Beragam solusi yang di terapakan untuk menekan perkembangan popolasi manusia. Ada banyak faktor yang menjadi dampak kepadatan penduduk yang akan mengancam kelangsungan hidup manusia di suatu negara. Oleh karena itu, penanganan serius dari berbagai pihak dalam satu negara genjar melakukan kebijakan masing-masing. Persaingan lapangan pekerjaan Di negara yang memiliki pertumbuhan penduduk tinggi akan semakin banyak orang yang memperebutan lapangan pekerjaan. Diperkirakan harus diciptakan 30 juta lapangan pekerjaan baru setiap tahunnya jika setiap orang yang menginjak usia kerja harus memiliki pekerjaan. Persaingan untuk mendapat pemukiman untuk mendapat permukiman yang layak. Persaingan ini terutama terjadi di daerah perkotaan yang padat, tapi tidak ada perumahan yang memadai. Dikota seperti ini, ering kita jumpai permukiman kumuh. Kesempatan pendidikan tentu makin banyaknya diperlukan fasilitas sekolah dan guru yang memadai. Negara miskin, mungkin tidak bisa memenuhi fasilitas pendidikan. Sebagai hasilnya, tidak setiap anak memiliki kesempatan untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang memadai.
Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas muat suatu wilayah atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. Gangguan dalam populasi manusia dapat menyebabkan masalah seperti polusi dan kemacetan lalu lintas, meskipun dapat ditutupi perubahan teknologi dan ekonomi.
B.     Saran
Permasalahan akibat ledakan jumlah penduduk terutama dialami oleh Negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal itu terjadi karena Negara berkembang ternyata memiliki pertumbuhan penduduk lebih tinggi dibandingkan negara maju. Persentase pertumbuhan penduduknya lebih dari 2% dan termasuk kriteria tinggi.
Di samping melaksanakan Gerakan Keluarga Berencana (GKB) dan pendidikan kependudukan di berbagai jenjang sekolah, pemerintah dan pihakpihak tertentu juga menempuh berbagai usaha lain.
Berbagai usaha pendukung tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
1.       Meningkatkan produksi pangan untuk mengatasi kekurangan bahan pangan (misalnya dengan intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pertanian);
2.       Membangun sarana dan prasarana pendidikan yang jumlahnya sebanding dengan jumlah penduduk usia sekolah.
3.       Meningkatkan jumlah fasilitas sosial dan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, dan poliklinik).
4.       Meningkatkan jumlah lapangan kerja sehingga sebanding dengan jumlah penduduk usia kerja.





DAFTAR PUSTAKA
Abustam, M. Idrus. 1989. Gerak Penduduk, Pembangunan dan Perubahan Sosial.
UI-Press. Jakarta.
Effendi, T. Noer. 1995. Sumber Daya Manusia Peluang Kerja dan Kemiskinan. Edisi II. Tiara Wacana. Yogyakarta.
Gulo, W. 1999. Metodologi Penelitian Ilmiah. Salatiga
Joesron, T. Suhartati dan M. Fathorrozi. 2003. Teori Ekonomi Mikro. Salemba
Empat. Jakarta.
Junadi, Purnawan. 1995. Pengantar Analisis Data. Rineka Cipta. Jakarta.
Todaro, Michael, P. 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Jilid I. Edisi
Ketujuh. Erlangga. Jakarta.
www.id.wikipedia.org Kependudukan diakses tanggal 1 April 2014

Tidak ada komentar: