Oleh: Jernih Mintaria Harefa
KEPADATAN PENDUDUK (OVERPOPULAS) YANG MENJADI PERMASALAHAN NEGARA DI SELURUH
DUNIA
DI Susun Oleh :
JERNIH MINTARIA HAREFA
NPM : 134301026
Dosen Pengasuh : SUNARDI, S.Si, M.Sc, Apt
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS TJUT NYAK DHIEN
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
makalah ini tepat pada waktunya dengan judul “Kepadatan
Penduduk (Overpopulas) Yang Menjadi Permasalahan Negara Di Seluruh
Dunia”.
Saya menyadari bahwa tugas makalah ini
tidak mungkin terselesaikan tanpa adanya dukungan serta kerjasama teman-teman dan juga saran/pendapat dari berbagai
pihak selama penyusunan dan pembuatan tugas makalah ini.
Dalam penulisan tugas makalah ini masih
banyak kekurangan dan kesalahan, karena itu segala kritik dan saran yang
membangun akan menyempurnakan penulisan/pembuatan makalah ini serta bermanfaat untuk
para pembaca.
Medan, 3 April 2014
Penulis,
Jernih M. Harefa
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .............................................................. 1
B. Rumusan Masalah ......................................................... 2
C. Tujuan Penulisan .......................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian ...................................................................... 3
B. Pengendalian Jumlah Penduduk ................................. 3
C. Penduduk Dunia ........................................................... 5
D. Masalah yang timbul Akibat Ledakan Penduduk...... 9
E. Pengendalaian Peledakan Penduduk .......................... 9
F. Dampak dari Ledakan Penduduk ............................... 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................... 11
B. Saran .............................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 13
LAMPIRAN ................................................................................................ 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Populasi
dunia akan segera mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana
akan ada kekurangan sumber daya untuk mempertahankan hidup. Banyak masalah
lingkungan, sosial, dan ekonomi baik berasal dari atau telah meningkat karena
masalah kelebihan populasi. Dengan populasi yang meningkat secara eksponensial,
masalah yang diciptakan oleh kelebihan penduduk tumbuh Sejalan. Untuk
memastikan stabilitas populasi tidak hanya di daerah di dunia ketiga,
tetapi juga di daerah-daerah industri.
Bumi tidak mengandung
sumber daya yang cukup untuk selamanya mempertahankan pertumbuhan penduduk yang
sangat besar saat ini. Misalnya, ada daerah terbatas lahan dan ruang hidup.
China, rumah bagi 1,2 miliar orang atau 1/5 populasi dunia, adalah contoh yang
sangat baik dari jenis masalah yang timbul dalam masyarakat yang semakin ramai.
Mencoba untuk meningkatkan standar hidup rakyatnya,industri dan ekonomi Cina telah
berkembang (Hanson).
Peningkatan kekayaan
telah meningkatkan permintaan untuk makanan di Cina. Setiap hari 40.000 anak
meninggal karena kekurangan gizi dan penyakit terkait. 150 juta anak di dunia
menderita kesehatan yang buruk karena kekurangan pangan.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa yang di maksud dengan kepadatan/lonjakan
penduduk?
2.
Negara manakah yang tingkat kepadatan penduduk
paling tinggi?
3.
Apa yang menyebkan kepadatan penduduk menjadi
masalah tingkat dunia?
4.
Apa saja solusi untuk mengatasi kepadatan penduduk?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui arti luas tentang kepadatan
penduduk dunia
2.
Lebih memahami solusi mencegah kepadatan
penduduk.
3.
Sebagai bahan untuk presentasi mata kuliah
Etika.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Population density atau yang lebih dikenal dengan kepadatan
penduduk adalah jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah atau daerah
tertentu dengan satuan per kilometer persegi. Ciri-ciri kepadatan penduduk yang
makin lama makin tinggi adalah tingginya pertumbuhan penduduk yang terus
berjalan dan meningkatnya jumlah pemukiman di daerah tersebut. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah
penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga
berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat
menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik
berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk.
Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di
antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang
memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.
B. Pengendalian jumlah penduduk
1. Piramida penduduk
Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau
wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida
penduduk. Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada
sumbu X, sedang kelompok usia (cohort)
pada sumbu Y. Penduduk lak-laki ditunjukkan
pada bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.
Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam
kurun waktu tertentu. Negara atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah
dan memiliki usia harapan hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir
menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua.
Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup
rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang
menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.
Piramida penduduk yang menunjukkan tingkat mortalitas stabil
dalam setiap kelompok usia. Pengendalian penduduk adalah kegiatan membatasi
pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani
Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman
dahulu kala. Salah satu contoh pengendalian penduduk yang dipaksakan terjadi di
Republik Rakyat Tiongkok yang terkenal dengan kebijakannya 'satu anak cukup';
kebijakan ini diduga banyak menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan bayi,
pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi wajib.
2. Penurunan jumlah penduduk
Berkurangnya jumlah penduduk menyebabkan turunnya jumlah
populasi pada sebuah daerah. Hal ini disebabkan oleh perpindahan daerah
kesuburan atau oleh emigrasi besar-besaran. Juga oleh penyakit, kelaparan
maupun perang. Namun seringkali oleh gabungan faktor-faktor tersebut. Di masa
lampau penurunan jumlah penduduk disebabkan terutama sekali oleh penyakit. Pada
tahun-tahun belakangan ini populasi penduduk Rusia dan tujuh belas bekas negara
komunis lainnya mulai menurun (1995-2005). Kasus Black Death di Eropa atau
datangnya penyakit-penyakit dari dunia lama ke Amerika merupakan faktor
penyebab turunnya jumlah penduduk.
3. Transfer penduduk
Transfer penduduk adalah istilah untuk kebijakan negara yang
mewajibkan perpindahan sekelompok penduduk pindah dari kawasan tertentu,
terutama dengan alasan etnisitas atau agama. Hal ini terjadi di India dan Pakistan,
antara Turki dan Yunani, dan di Eropa Timur selama Perang Dunia Kedua.
Kebijakan transmigrasi oleh pemerintah Indonesia selama orde baru bisa
dikategorikan transfer penduduk. Perpindahan penduduk lainnya dapat pula karena
imigrasi, seperti imigrasi dari Eropa ke koloni-koloni Eropa di Amerika, Afrika,
Australia, dan tempat-tempat lainnya.
C. Penduduk dunia
Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk
dunia mencapai 6,5 miliar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB.
Dari sekitar 6,5 miliar penduduk dunia, 4 miliar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh
negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak
di Eropa).
Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah
dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima dari
seluruh manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup pada
saat ini.
Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk
dunia akan mencapai 7 miliar jiwa. Badan Kependudukan PBB
menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia
mencapai 6 miliar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5
miliar jiwa.
Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan
jumlah penduduk (2005):
- Republik Rakyat Tiongkok (1.306.313.812 jiwa)
- India (1.103.600.000 jiwa)
- Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
- Indonesia (241.973.879 jiwa)
- Brasil (186.112.794 jiwa)
- Pakistan (162.419.946 jiwa)
- Bangladesh (144.319.628 jiwa)
- Rusia (143.420.309 jiwa)
- Nigeria (128.771.988 jiwa)
- Jepang (127.417.244 jiwa)
Penduduk dunia saat ini mencapai lebih dari 6 miliar jiwa.
Pada saat Anda selesai membaca paragraf ini telah terlahir kurang lebih 15 bayi
ke dunia ini. Jadi, jangan kaget bila penduduk dunia pada tahun 2050 diperkirakan
berjumlah 9 miliar. Setiap hari, banyak bayi lahir tetapi banyak pula yang
meninggal. Kelahiran dan kematian adalah dua faktor penting yang mempengaruhi
pertumbuhan penduduk. Sebelum abad XVIII, penduduk dunia tumbuh sangat lambat.
Dari tahun 1750 sampai awal 1900, pertumbuhan penduduk dunia mulai meningkat
cepat dan pada akhirnya sangat cepat. Peningkatan penduduk dunia yang cepat dan
tiba-tiba disebut ledakan atau kepadatan penduduk.
Ledakan penduduk dunia pada tahun 1900 terutama disebabkan
oleh peningkatan jumlah kelahiran dan penurunan jumlah kematian. Pada masa
lalu, banyak penduduk mati karena perang, kelaparan, dan penyakit. Keadaan
kemudian berubah ketika kemajuan teknologi menghasilkan pemeliharaan kesehatan
yang lebih baik, persediaan pangan meningkat, dan tingkat higienis yang semakin
baik.
Keadaan yang menyenangkan ini mendorong penduduk hidup lebih
lama dan bayi-bayi lahir dengan sehat. Akibatnya, jumlah kelahiran melebihi
jumlah kematian, sehingga jumlah penduduk dunia semakin meningkat pesat. Saat
ini penduduk dunia terus tumbuh dan pertumbuhan cepat terjadi di Afrika, Asia,
dan Amerika Selatan.
Dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya diprediksi
menghadapi peningkatan jumlah penduduk sebesar 57% dan 47% dalam 50 tahun ke
depan. Hal ini berarti akan terjadi lonjakan jumlah penduduk dunia. Berdasarkan
data penduduk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan penduduk dunia
pada tahun 2050 berjumlah 9,6 miliar jiwa atau meningkat 3,5 miliar jiwa dari
6,1 miliar jiwa pada tahun 2000. Sedang penduduk Indonesia bertambah sebesar 98
juta jiwa dari 206,2 juta jiwa tahun 2000 menjadi 303,8 juta jiwa pada tahun
2050.
Sampai saat ini piramida penduduk dunia berbentuk limas atau
kelompok umur muda karena hampir separuh (50%) jumlah penduduk dunia berumur ≤
19 tahun dan hanya kurang dari 5% berumur > 65 tahun. Komposisi ini akan
berubah drastis dalam 50 tahun ke depan. Penduduk umur ≤ 19 tahun tinggal 24%
dan penduduk ≥ 65 tahun atau lanjut usia (lansia) bertambah menjadi 15%.
Perubahan komposisi penduduk yang serupa juga terjadi di
Indonesia. Selama 50 tahun ke depan, penduduk umur ≤ 34 tahun jumlahnya
bertambah 4%, penduduk umur 35-64 tahun jumlahnya naik 96%. Peningkatan paling
tajam terjadi pada penduduk umur ≥ 65 tahun yaitu 504% selama 50 tahun
mendatang.
Kira-kira 100 abad lalu (10.000 tahun lalu), jumlah penduduk
dunia hanya 8 juta jiwa. Pada tahun pertama Masehi, jumlah penduduk dunia
meningkat menjadi 300 juta jiwa. Jumlah ini berlipat dia menjadi 600 juta jiwa
pada abad XVII. Ledakan penduduk dunia dimulai sejak abad XIX. Pada tahun1850,
penduduk dunia meningkat pesat dengan jumlah 1 miliar jiwa dan menjadi 2 miliar
jiwa pada tahun 1930. Berarti hanya dalam selang waktu 80 tahun jumlahnya
berlipat dua.
Salah satu penyebab utama ledakan penduduk dunia adalah
peningkatan harapan hidup. Harapan hidup penduduk dimulai abad XVII hanya
mencapai 40 tahun. Sedang dalam beberapa abad terakhir rata-rata harapan hidup
penduduk dunia mencapai 63 tahun. Hal ini disebabkan oleh penemuan-penemuan
baru di bidang kedokteran dan usaha-usaha perbaikan keadaan hidup.
Ledakan penduduk dunia terutama diakibatkan oleh pertumbuhan
penduduk yang besar di negara-negara sedang berkembang. Di negara-negara ini
usaha perbaikan kesehatan, sanitasi, dan nutrisi penduduk belum diimbangi oleh
penurunan jumlah penduduk seperti yang telah terjadi di banyak negara industri.
D. Masalah-masalah Yang Timbul Akibat Ledakan Penduduk
1.
Persaingan lapangan pekerjaan
Di
negara yang memiliki pertumbuhan penduduk tinggi akan semakin banyak orang yang
memperebutan lapangan pekerjaan. Diperkirakan harus diciptakan 30 juta lapangan
pekerjaan baru setiap tahunnya jika setiap orang yang menginjak usia kerja
harus memiliki pekerjaan.
2.
Persaingan untuk mendapat pemukiman
Persaingan
untuk mendapat permukiman yang layak. Persaingan ini terutama terjadi di daerah
perkotaan yang padat, tapi tidak ada perumahan yang memadai. Dikota seperti
ini, ering kita jumpai permukiman kumuh.
3.
Kesempatan pendidikan
Dengan
makin banyaknya bayi yang lahir setip tahunnya, tentu makin banyaknya
diperlukan fasilitas sekolah dan guru yang memadai. Negara miskin, mungkin
tidak bisa memenuhi fasilitas pendidikan. Sebagai hasilnya, tidak setiap anak
memiliki kesempatan untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang memadai.
E.
Pengendalian peledakan
penduduk
Kepadatan penduduk bisa menimbulkan dampak, maka tiap negara
memikirkan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. setiap negar memiliki
kebijakan sendiri mengenai hal itu, dua diantarannya adalah :
1. Insentif
dan Sanksi
Insentif
akan diberikan pada pasangan dengan sedikit anak. Sementara, pasangan yang
memiliki banyak anak akan diberi sanksi. Misalnya harus membayar pajak lebih
besar. Cina merupakan salah satu contoh negara yang menerapkan metode insentif
dan sanksi. Seperti kita ketahui bahwa cina memiliki penduduk yang
beser. Tercatat dari hasil sensusu tahun 2000, jumlah penduduknya 1,3 M.
Penduduk cina kurang lebih 22 %dari total penduduk dunia. sejak tahun 1979,
pemerintah cina mengkampanyekan kebijakan "satu anak tiap pasangan".
Setiap pasangan dicina hanya diperbolehkan memiliki satu anak. Jika pasangan
memiliki lebih dari satu anak, tanpa, ijin dari pemerintah, dianggap ilegal.
2.
Pendidikan tentang
keluarga berencana
Di
beberapa negara pasangan suami-istri diajari beberapa cara untuk mengendalikan
jumlah anak. Sebagian contoh, dibangladesh lebih dari 24.000 wanita setiap
tahunnya dikirim ke daerah perkotaan untuk diajak dan diberikan penyuluhan
tentang keluarga berencana. dengan penyuluhan ini diharapkan mereka bisa
mengatur jumlah anak.
F.
Dampak dari peledakan
penduduk, dampaknya diantara lain:
·
Pertumbuhan Penduduk
·
Persebaran Penduduk
·
Persentase Penduduk Kota
·
Rasio jenis Kelamin
·
Penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin .
·
Angka Kelahiran Tinggi
·
Transmigrasi
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kepadatan penduduk saat ini menjadi permasalahan serius di
berbagai negara di belahan dunia. Beragam solusi yang di terapakan untuk
menekan perkembangan popolasi manusia. Ada banyak faktor yang menjadi dampak
kepadatan penduduk yang akan mengancam kelangsungan hidup manusia di suatu
negara. Oleh karena itu, penanganan serius dari berbagai pihak dalam satu
negara genjar melakukan kebijakan masing-masing. Persaingan lapangan pekerjaan Di negara yang memiliki pertumbuhan
penduduk tinggi akan semakin banyak orang yang memperebutan lapangan pekerjaan.
Diperkirakan harus diciptakan 30 juta lapangan pekerjaan baru setiap tahunnya
jika setiap orang yang menginjak usia kerja harus memiliki pekerjaan. Persaingan untuk mendapat pemukiman untuk
mendapat permukiman yang layak. Persaingan ini terutama terjadi di daerah
perkotaan yang padat, tapi tidak ada perumahan yang memadai. Dikota seperti
ini, ering kita jumpai permukiman kumuh. Kesempatan pendidikan tentu makin banyaknya diperlukan fasilitas
sekolah dan guru yang memadai. Negara miskin, mungkin tidak bisa memenuhi
fasilitas pendidikan. Sebagai hasilnya, tidak setiap anak memiliki kesempatan
untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang memadai.
Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas muat
suatu wilayah atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk.
Gangguan dalam populasi manusia dapat menyebabkan masalah seperti polusi dan
kemacetan lalu lintas, meskipun dapat ditutupi perubahan teknologi dan ekonomi.
B.
Saran
Permasalahan akibat ledakan jumlah
penduduk terutama dialami oleh Negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal itu
terjadi karena Negara berkembang ternyata memiliki pertumbuhan penduduk lebih
tinggi dibandingkan negara maju. Persentase pertumbuhan penduduknya lebih dari
2% dan termasuk kriteria tinggi.
Di samping melaksanakan Gerakan
Keluarga Berencana (GKB) dan pendidikan kependudukan di berbagai jenjang
sekolah, pemerintah dan pihakpihak tertentu juga menempuh berbagai usaha lain.
Berbagai usaha pendukung tersebut di antaranya adalah
sebagai berikut.
1.
Meningkatkan produksi pangan untuk
mengatasi kekurangan bahan pangan (misalnya dengan intensifikasi,
ekstensifikasi, dan diversifikasi pertanian);
2.
Membangun sarana dan prasarana
pendidikan yang jumlahnya sebanding dengan jumlah penduduk usia sekolah.
3.
Meningkatkan jumlah fasilitas sosial
dan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, dan poliklinik).
4.
Meningkatkan jumlah lapangan kerja
sehingga sebanding dengan jumlah penduduk usia kerja.
DAFTAR
PUSTAKA
Abustam, M. Idrus. 1989. Gerak
Penduduk, Pembangunan dan Perubahan Sosial.
UI-Press. Jakarta.
Effendi, T. Noer. 1995. Sumber Daya Manusia Peluang Kerja dan
Kemiskinan. Edisi II. Tiara Wacana. Yogyakarta.
Gulo, W. 1999. Metodologi
Penelitian Ilmiah. Salatiga
Joesron, T. Suhartati dan M. Fathorrozi. 2003. Teori Ekonomi Mikro. Salemba
Empat. Jakarta.
Junadi, Purnawan. 1995. Pengantar
Analisis Data. Rineka Cipta. Jakarta.
Todaro, Michael, P. 2000. Pembangunan
Ekonomi di Dunia Ketiga, Jilid I. Edisi
Ketujuh.
Erlangga. Jakarta.
www.id.wikipedia.org Kependudukan diakses tanggal 1
April 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar